BROADCASTING DAKWAH
Oleh: Syarifudin
Penyiaran Islam lewat broadcasting yang disebut oleh Romli sebagai Jurnalistik
radio (radio journalism, broadcast journalism) adalah proses mendesain dan produksi
informasi dengan menggunakan software
desain grafis untuk menyebarluasannya informasi positif bagi umat melalui media
radio siaran. Broadcasting Dakwah melalui media radio adalah “bercerita”
(storytelling), yakni menceritakan atau menuturkan sebuah peristiwa atau
masalah, dengan gaya percakapan (conversational) yang indah dan menarik
perhatian masyarakat dengan menggunakan etika komunikasi (qaulan layyinan).
A.
Karakter Broadcasting Dakwah.
Bersifat auditif, untuk diperdengarkan, untuk memanjakan telinga pendengar,
untuk dibacakan atau disuarakan. Menggunakan bahasa yang indah dengan cara tutur
yang teratur, merdu, dan indah atau
kata-kata yang biasa diucapkan dalam obrolan sehari-hari (spoken words).
Kata-kata yang dipilih mesti sama dengan kosakata pendengar biar langsung
dimengerti. Atau disebut (Bassiru wala tunaffiru) Hal ini penting karena
setiap kata yang dikeluarkan mulut jurnalis dakwah bersifat irreversible(setiap
kata yang dikeluarkan tidak bisa dittarik kembali. Karenanya prinsip Broadcasting
Dakwah harus jelas, sederhana, dan sekali ucap langsung dimengerti oleh semua lapisan masyarakat. Global. Tidak detail,
tidak rumit. Angka-angka dibulatkan, fakta-fakta diringkaskan.
B.
Prinsip Penulisan
Broadcasting Dakwah
yang dikemas dalam bentuk Listening Formula. Susunan kalimat yang diucapkan nyaman didengar dan mudah dimengerti fahami oleh pendengaran pertama. KISS – Keep It Simple and
Short. Hemat kata, tidak mengumbar kata. Menggunakan kalimat-kalimat pendek
dan tidak rumit. Gunakan sesedikit mungkin kata sifat dan anak kalimat
(adjectives). WTYT – Write The Way You Talk. Tuliskan sebagaimana
diucapkan. Menulis untuk “disuarakan”, bukan untuk dibaca. Satu Kalimat Satu Nafas.
Upayakan tidak ada anak kalimat. Sedapat mungkin tiap kalimat bisa disampaikan
dalam satu nafas.
C.
Unsur-Unsur Pemberitaan
Dalam pemberitaan
dalam Broadcasting Dakwah semua ide dan gagasan prinsipnya tidak bertentangan
dengan Al-Quran dan Sunnah karena ia menajdi rujukan primer dalam menyebarkan
informasi. News
Gathering – pengumpulan bahan berita atau peliputan. Teknik reportase:
wawancara, studi literatur, pengamatan langsung. News Production – penyusunan naskah, penentuan “kutipan
wawancara” (sound bite), backsound, efek suara, dll. News Presentation – penyajian berita. News Order – urutan berita.
D.
Teknis Penulisan: Pilihan Kata
Spoken Words. Pilih kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari (spoken
words), e.g. jam empat sore (16.00 WIB), 15-ribu rupiah (Rp 15.000), dll. Sign-Posting. Sebutkan jabatan, gelar, atau keterangan
sebelum nama orang. Atribusi/predikat selalu mendahului nama, e.g. Ketua DPR
–Agung Laksono— mengatakan… Stay away from quotes.
Jangan gunakan kutipan langsung. Ubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak
langsung, e.g. Ia mengatakan siap memimpin demo (“Saya siap memimpin demo,”
katanya).
Avoid
abbreviation. Hindari singkatan atau akronim, tanpa menjelaskan kepanjangannya
lebih dulu, e.g. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri –BEM
UIN—Bandung menggelar… (Ketua BEM UIN Bandung –Fulan—mengatakan…).
Subtle repetition. Ulangi secara halus fakta-fakta penting seperti pelaku
atau nama untuk memudahkan pendengar memahami dan mengikuti alur cerita, e.g.
Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengatakan… Menurut Presiden…. Kepala Negara
juga menegaskan…. Present Tense. Gunakan
perspektif hari ini. Untuk unsur waktu gunakan kata-kata “kemarin”, “hari ini”,
“besok”, “lusa”, bukan nama-nama hari (Senin s.d. Minggu). Mahasiswa UIN
Bandung melakukan aksi demo hari ini… Besok mereka akan melanjutkan aksi
protesnya…
Angka. Satu angka (1-9) ditulis pengucapannya. Angka 1 ditulis “satu” dst.
Lebih dari satu angka, ditulis angkanya. Angka 25 atau 345 jangan ditulis:
duapuluh lima, tigaratus empatpuluh lima. Angka ratusan, ribuan, jutaan, dan
milyaran, sebaiknya jangan gunakan nol, tapi ditulis: lima ratus, depalan ribu,
15-juta, 145-milyar. Mata uang. Ditulis
pengucapannya di belakang angka, e.g. 600-ribu rupiah (Rp 600.000), 500-ribu
dolar Amerika Serikat (US$ 50.000).
E.
Tanda Baca Khusus
Dash. tanda garis pisah (–) untuk sebelum nama atau kata penting atau
butuh penekanan.
Punctuation. Tanda Sengkang, yaitu tanda-tanda pemenggalan (-) untuk
memudahkan pengucapan singkatan kata yang dieja. M-U-I, B-A-P, W-H-O, P-U-I,
dsb. Garis Miring. Jika perlu, gunakan
garis miring satu (/) sebagai pengganti koma atau sebagai tanda jeda untuk
ambil nafas, garis miring dua (//) untuk ganti titik, dan garis miring tiga
(///) untuk akhir naskah.
Contoh: Menjelang Pemilu 2009/ sedikitnya sudah 54 partai politik/
mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan HAM// Mereka akan diverifikasi untuk
ikut Pemilu. Menurut pengamat politik –Arby Sanit/ banyaknya parpol itu
menunjukkan animo elite untuk berkuasa masih tinggi///
F.
Produk broacasting Radio
Copy – Berita pendek, durasi 15-20 detik. Biasanya berita penting, harus
cepat diberitakan, disampaikan di sela-sela siaran (breaking news) atau program
reguler insert berita (news insert) tiap menit 00 tiap jam misalnya. Berupa
Straight News.
1.
Voicer – Laporan Reporter.
Terdiri dari pengantar (cue) penyiar di studio dan laporan reporter di tempat
kejadian, termasuk sound bite dan/atau live interview.
2. Paket.
Panjangnya 2-8 menit. Isinya paduan naskah berita, petikan wawancara
(soundbite).
3. Feature.
Durasi 10-30 menit. Paduan antara berita, wawancara, ulasan redaksi, musik
pendukung, dan rekaman suasana (wildtracking). Membahas tema tertentu yang
mengandung unsur human interest. Bisa pula berupa dokumenter (documentary).
4. Vox
Pop. Singkatan dari vox populi (suara rakyat). Berisi rekaman suara opini
masyarakat awam tentang suatu masalah atau peristiwa.
5. Cue:
Menjelang Pemilu 2009, sedikitnya sudah 54 partai politik mendaftarkan diri ke
Departemen Hukum dan HAM, guna diverifikasi sehingga bisa ikut Pemilu.
Bagaimana tanggapan masyarakat tentang banyaknya parpol tersebut, berikut ini
petikan wawancara kami dengan beberapa warga masyarakat:
6.
Sound Bite : 1. “Bagus lah, biar
banyak pilihan…” 2. “Saya sih mau golpu aja, gak ada partai yang bagus sih
menurut saya mah…” 3. “Saya akan setia pada parpol pilihan saya, tidak akan
kepengaruh oleh parpol baru, belum tentu lebih bagus ka…” dst.
G.
News Program
Buletin (Paket berita) Berisi rangkaian berita-berita terkini (copy,
straight news) –bidang ekonomi, politik, sosial, olahraga, dan sebagainya;
lokal, regional, nasional, ataupun internasional. Durasi 30 menit atau
lebih.Durasi bisa lebih lama jika diselingi lagu dan “basa-basi” siaran seperti
biasa.
News Insert – insert berita.Berisi info aktual berupa Straight News atau
Voicer. Durasi 2-5 menit bergantung panjang-pendek dan banyak-tidaknya berita
yang disajikan. Biasanya disajikan setiap jam tertentu. Bisa berupa breaking
news, disampaikan penyiar secara khusus di sela-sela siaran non-berita.
Majalah Udara — Berisi straight news, wawancara, dialog interaktif,
feature pendek, dokumenter, dan sebagainya. Talkshow – Dialog interaktif atau
wawancara langsung (live interview) di studio dengan narasumber, atau melalui
telepon.
Referensi: Asep Syamsul M. Romli, Broadcast Journalism: Panduan Menjadi
Penyiar, Reporter, dan Scriptwriter, Penerbit Nuansa Bandung, 2004; Imelda
Reynolds (ed.), Pedoman Jurnalistik Radio, Internews Indonesia, 2000; JB
Wahyudi, Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi, Pustaka Utama Grafiti
Jakarta, 1996; Torben Brandt dkk. (editor), Jurnalisme Radio: Sebuah Panduan
Praktis, UNESCO Jakarta-Kedubes Denmark Jakarta 2001. By ASM. Romli. Ikhtisar
perkuliahan “Jurnalistik Radio” Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi
& Dakwah UIN SGD Bandung. Copyright © ASM. Romli. www.romeltea.com, Syarifudin, Teknologi Informasi Dakwah, Jurnalistik
Forografi
